-->

Pentingnya Self Love untuk Kesehatan Mental

Pernah dengar konsep tentang self-love alias mencintai diri sendiri? Konsep ini sering diartikan dengan “memanjakan” diri sendiri dan mencintai diri sendiri secara utuh. Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan pengertian tersebut. Namun, lebih dari sekadar memanjakan diri, nyatanya self-love memang dibutuhkan untuk kesehatan mental. Apa alasannya?

Mencintai diri sendiri alias self-love disebut bisa membantu menjaga kesehatan mental seseorang. Di tengah aktivitas harian dan tugas-tugas yang harus diselesaikan, membuat siapa saja rentan mengalami kelelahan secara fisik maupun mental. Kondisi ini sering berujung pada masalah kesehatan mental, misalnya stres, depresi, serta kehilangan semangat untuk menjalani hidup. Dan semua masalah tersebut nyatanya bisa diminimalisir dengan menerima dan mencintai diri sendiri.

Nah sobat akhirnya tahukan, self love adalah salah satu hal penting yang harus dilakukan, lho. Mengapa? Dengan terbiasa untuk mencintai diri sendiri, akan membuat kita terus berpikir positif, dan menerima diri sendiri apa adanya.

Selain itu, self love adalah salah satu cara penting dalam menjaga kesehatan mental kita. Namun tidak hanya itu, masih ada banyak manfaat self love bagi kesehatan mental dan fisik kita, lho. 

·     Terbiasa hidup sehat, Mungkin saat membaca manfaat satu ini kita masih merasa aneh. Tapi ini benar, lho. Karena memang salah satu manfaat dari self love adalah membantu kita untuk hidup sehat. Kita akan berusaha untuk selalu memberikan hal yang terbaik bagi diri sendiri; mengonsumsi makanan sehat salah satunya.

·      Membantu mengurangi rasa cemas, Manfaat self love lainnya adalah membantu kita mengelola dan mengurangi rasa cemas berlebih hingga stres. Hal ini karena mencintai diri sendiri, akan membuat kita berusaha menerima diri sendiri apa adanya. Bahkan hal ini membuat kita menjadi lebih percaya diri. Dengan begitu, kita menjadi lebih puas dan bersyukur dengan kehidupan yang kita jalani. Tanpa disadari, ke depannya akan berpengaruh dalam mengatasi rasa cemas dan stres yang sering kita alami.

·       Meminimalisir risiko gangguan mental, Dalam jangka panjang, sering merasa kesulitan menerima diri sendiri berisiko menyebabkan kita stres. Jika tidak segera ditangani, bisa mengganggu kesehatan mental kita.

 

Cara Melakukan Self Love

Sekarang sudah tahu, kan, apa saja manfaat self love bagi kesehatan tubuh dan mental kita? Lantas, bagaimana cara melakukan? Berikut beberapa cara melakukan self love:

·     Coba kenalan dengan diri sendiri, Langkah pertama melakukan self love adalah berkenalan dengan diri sendiri. Kenalan dengan diri sendiri tidak hanya sekadar; siapa nama kita, dan apa hobi kita saja. Kita harus mulai belajar mencari tahu; apa mimpi kita? Lalu, apa saja kelebihan dan kekurangan kita? Dengan mengetahui hal-hal mendasar seperti ini akan membantu kita lebih paham dan mencintai diri sendiri.

·       Menjaga kesehatan tubuh, Salah satu cara mencintai diri sendiri juga bisa dimulai dengan menjaga kesehatan tubuh. Sederhana, kita bisa mulai dengan mengonsumsi makanan bergizi, olahraga teratur, istirahat cukup; meningkatkan kualitas tidur, dan beberapa pola hidup sehat lainnya.

·        Jangan membandingkan dengan orang lain, Membandingkan diri sendiri dengan orang lain tidak akan ada habisnya. Bahkan, bisa-bisa  membuat kita semakin merasa selalu “kurang”, dan membuat kita jadi semakin stres.

·    Belajar memaafkan diri sendiri, Belajar memaafkan diri sendiri juga menjadi salah satu cara mencintai diri sendiri yang tidak kalah penting. Tanpa disadari, kita sering terlalu keras pada diri sendiri. Bahkan, tidak jarang selalu menyalahkan diri sendiri dengan apa yang terjadi.

Nah, itulah beberapa alasan pentingnya mencintai diri sendiri, dan bagaimana memulainya. Jika dirasa masih sulit menerima diri sendiri, dan ingin memahami lebih jauh, pastikan segera konsultasikan dengan ahli atau psikolog, ya.

Semoga bermanfaat!

Penulis, Achmad Aziiz, S.Psi




| 9:25 PM |

Manfaat Curhat Untuk Kesehatan Mentalmu


Secara psikologis, menjaga kesehatan mental bisa dilakukan dengan beberapa cara, salah satunya curhat alias menyampaikan curahan hati. Biasanya, hal ini dilakukan dengan bercerita, menyampaikan masalah, atau meminta pendapat mengenai hal yang sedang dialami. Teman dekat atau anggota keluarga sering menjadi pilihan untuk curhat.

Sayangnya, tidak semua orang bisa dengan mudah menyampaikan apa yang dia rasakan dan pikirkan. Apalagi, jika harus berbicara dengan orang lain. Hal itu mungkin memang menyulitkan. Namun, tahukah kamu memendam semuanya sendirian malah bisa membuat perasaan menjadi tidak menentu serta meningkatkan risiko terjadinya masalah pada kesehatan mental.

Kenapa kita sebaiknya curhat?

Dengan curhat ke orang lain, kamu bisa mendengarkan sudut pandang lain sehingga kamu bisa lebih memahami apa yang sedang kamu rasakan. Tidak hanya itu, curhat ke orang lain dapat  meredakan stres dan meningkatkan mood kita lho.

Manfaat Bercerita dengan Orang Lain

Saat mengalami masalah atau sedang merasa tertekan, sangat normal jika seseorang mulai menarik diri dan menjadi lebih diam dari biasanya. Umumnya, orang yang mengalami masalah merasa sulit saat harus menyampaikan apa yang dirasakan dan merasa bisa menyelesaikan masalah sendiri. Namun, hal ini ternyata malah bisa membuat keadaan menjadi semakin buruk, terutama terkait kesehatan mental. 

Beberapa manfaat yang bisa didapat dari curhat dengan teman adalah memberi rasa tenang, tidak merasa sendirian, merasa mendapat dukungan dari orang sekitar, mencegah membuat kondisi menjadi lebih buruk, menemukan bantuan dan perawatan yang tepat untuk mengatasi masalah tanpa mengganggu kesehatan mental, serta menemukan solusi dari orang sekitar yang mungkin pernah mengalami hal serupa.

Hal pertama yang bisa dilakukan agar lebih nyaman bercerita adalah menemukan teman atau anggota keluarga yang memang bisa dipercaya. Teman yang baik biasanya akan selalu bersikap jujur, memberi dukungan saat dibutuhkan, mau mendengarkan cerita, serta bisa dipercaya. Kamu mungkin sudah memilikinya, coba ingat lagi saat terakhir mengalami masalah. Siapa yang ada untuk mendengarkan? 

Memiliki seorang teman yang baik nyatanya tidak hanya bermanfaat saat butuh tempat curhat, tapi juga bisa membantu menjaga kesehatan mental. Seorang teman yang baik bisa menemani saat merayakan kebahagiaan dan tetap ada untuk mendukung saat menghadapi masalah dan kondisi yang buruk. Selain bisa menghindari rasa kesepian, seorang teman yang baik juga bisa: 

·         Memberi makna dan membuat kamu mengerti arti kehadiran dan tujuan menjalani hidup, hal ini baik sebagai pengingat di saat menghadapi masalah. 

·         Meningkatkan mood, membuat bahagia, dan menurunkan risiko stres atau tertekan. 

·         Meningkatkan rasa percaya diri dan menghargai diri sendiri. 

·         Membantu menghadapi dan mengatasi trauma, gangguan mental serius, serta pengalaman buruk lainnya yang sedang atau pernah dialami. 

·         Mendukung perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat, terutama gaya hidup yang bisa meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan mental. 

Jika masih ragu dan merasa takut untuk curhat secara langsung, kamu bisa menyiapkan beberapa hal sebelum melakukannya. Selain berbicara langsung, kamu tetap bisa mencurahkan isi hati melalui telepon, mengirim pesan singkat atau chat, hingga menulis surat. Pilihlah cara yang paling membuat nyaman dan tidak membuat perasaan semakin tertekan. 

Selain itu, pastikan untuk mencari waktu yang tepat untuk bercerita pada teman. Dengan begitu, kamu tidak merasa mengganggu dan bisa mendapat perhatian penuh dari teman. Sama-sama merasa nyaman. Sebagai persiapan, kamu juga bisa melatih apa saja yang ingin diceritakan. Tapi perlu diingat, tidak masalah jika kamu hanya sanggup menceritakan beberapa bagian saja. Jangan memaksakan diri. 

Manfaat curhat lainnya adalah kamu bisa menemukan solusi dari masalahmu dengan mendengarkan pendapat orang lain. Untuk itu, sangat penting kita bercerita dengan orang-orang yang sportif dan dapat dipercaya.

Lalu, kepada siapa sebaiknya kita curhat?

1. Orang yang dapat kamu percayai, saat kamu curhat, pastikan kamu curhat dengan orang yang bisa menjaga rahasia ya.

2. Orang dengan masalah yang sama, bercerita dengannya akan membuatmu merasa tidak sendirian dan kamu juga bisa meminta solusi dari pengalaman itu.

3. Dengan bercerita ke profesional, kerahasianmu akan terjaga dan saran yang diberikan juga akan sesuai dengan kebutuhanmu.

 Salam Curhat, 
Jasa Curhat Online | A. Aziis S.Psi. - 0812-2732-1532


WA GROUPS CURHAT GRATIS 


Layana Curhat Hidupbaru.net kami bagi menjadi : 
1. GRATIS  jadwal tiap malam jumat dan malam minggu.
Gabung di WA Groups Curhat Indonesia
2. Curhat per 30 Menit : Rp 50.000,-
3. Curhat Full 30 hari : Rp 300.000,-
4. Curhat Personal Full sebulan : Rp 5 Juta. 

Apakah Stres selalu memberi dampak negatif? Ada juga lho Positifnya.


Sobat, seberapa sering kamu merasa stres? Pasti sobat pernah stres karena pekerjaan yang terlalu banyak? Atau kesal dengan permasalahan yang terjadi di dalam keluarga? Nah, banyak orang merasa stres itu menyebalkan dan membuat mood jadi ngedown karena selalu kepikiran dan ujung ujungnya membuat orang suka marah-marah.

Stres memang berkaitan dengan pikiran, tapi stres itu tak selalu negatif, bisa menjadi hal yang positif. Kalau tidak ada stres dalam hidup, kita tak akan tertantang untuk lebih fokus atau waspada, dan membuat kita jadi santai. Misalnya, saking santainya, menyetir mobil pun jadi tak melihat kiri kanan lagi, lurus saja,  karena  tak ada rasa  waspada.

Stres adalah cara tubuh merespon  terhadap tuntunan atau ancaman dari luar diri. Kalau tubuh merasa terancam, maka sistem syarafnya melepaskan hormon stres, termasuk adrenalin dan  cortisol.  Dan itu membangunkan tubuh untuk bertindak darurat, sehingga membuat kita harus menyasuaikan diri dengan kondisi tertentu. Nah, stres ini disebut dengan distres

Gejala Stres yang perlu kita kenali

Gejala stress ada bermacam aspek. Kalau dari sisi kognitif, stres tingkat tinggi bisa sebabkan daya ingat menurun, susah konsentrasi, penilaian atau pertimbangan terhadap sesuatu hal selalu buruk, berpikiran negatif, khawatir  atau cemas terus-menerus. Sedangkan, kalau dari sisi emosional, stres akan mengakibatkan  gangguan mood, mudah marah, tegang,  tak bisa rileks, merasa kesepian yang akhirnya depresi karena merasa tak bahagia. Akibatnya dapat menurunkan performa kerja dan bahkan, bisa mempengaruhi kesehatan mental kita.

Penyebab Stres

Penyebab stres, bisa berasal dari faktor ekternal dan internal. Faktor ekternal misalnya, stres bisa timbul jika  ada perubahan besar dalam hidup seseorang seperti  pindah kerja, perkawinan (masalah dengan suami/isteri, atau orang tua)  kelahiran anak, kematian, trauma,  permasalahan masa lalu yang tak selesai. Sedangkan faktor internal, berasal dari dalam diri seseorang. Misalnya, kekhawatiran yang terus menerus, selalu bersikap pesimis, berpikiran negatif, harapan yang tidak realisitis, pemikiran yang kaku dan  tak fleksibel.

 

Eitts, tapi ternyata stress tidak selalu memberikan dampak yang negatif lho, ada juga stres positif dimana stres ini yang memotivasi, memberikan energi dan membuat kita fokus sehingga dapat meningkatkan produktivitas kita.

Stres ini disebut dengan eustres.

Lalu, bagaimana ya caranya membuat stres menjadi positif?

Nah, hal yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengubah cara pandang kamu terhadap stres tersebut menjadi positif ya. Dengan begitu, kamu akan memandang stres bukan sebagai ancaman melainkan sebagai hal yang mendorong kamu untuk berkembang.

Seperti yang dapat kamu lakukan untuk menghidari stres, kamu harus mengubah mindset menjadi positif. Semisal dimulai dari pikiran dan berkata dalam hati bahwa “Saya hari ini akan merasakan senang dan akan menyelesaikan tugas tugas saya”. Kalimat ini akan membawa emosi dan perilaku jadi ikut positif. Selain itu menekuni hobi, relaksasi dengan menikmati nafas atau bernafas pelan, bisa pula mengalihkan stres, lho.  

Jadi, sekarang dapat kamu lakukan dengan mengubah cara pandang kamu terhadap stres tersebut menjadi positif ya, semoga bermanfaat.

Kamu  Butuh Konsultasi Saat Stress, Klik KONSELING sekarang Juga. 
| 5:26 AM |

Sering merasa cemas karena gak percaya diri?

 


Rasa cemas dan tidak percaya diri seringkali dialami oleh banyak orang. Ini merupakan hal yang wajar. Karena di dalam menjalani kehidupan, ada banyak tantangan, masalah yang dihadapi, serta lingkungan yang mungkin tidak terlalu mendukung, sehingga membuat seseorang menjadi gelasah, tidak percaya diri, ketakutan, dan timbul rasa cemas.Kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Harus segera diatasi. Karena jika dibiarkan, maka lama kelamaan akan mengganggu kesehatan mental Anda.

Saat ini pastinya kamu mengenal kata insecure?, apa sih sobat insecure?, Insecure adalah perasaan tidak mampu, ragu dan kurang terhadap diri sendiri sehingga membuatmu merasa cemas. Dalam ilmu psikologi, beberapa teori Abraham Maslow, insecure adalah suatu keadaan dimana seseorang yang merasa tidak aman, menganggap dunia sebagai sebuah hutan yang mengancam dan kebanyakan manusia berbahaya dan egois.

Meski tergolong normal, perasaan insecure tidak boleh dianggap sepele dan dibiarkan begitu saja, ya. Hal ini karena rasa insecure bisa berdampak buruk bagi kehidupan sosial serta kesehatan mentalmu.

Contoh perilaku insecure yang mungkin pernah kamu lakukan

1. Sering meyalahkan diri sendiri saat gagal

2. Selalu memamerkan prestasi di tiap kesempatan

3. Kebutuhan atas pujian dari orang lain

 

Bagaimana cara mengatasinya?

1. Menyelesaikan akar dari tiap masalah yang dihadapi

2. Fokus pada kelebihan diri yang dimiliki

3. Mengikuti terapi jika diperlukan 

 


Terus apa sih terapi yang mudah dan dapat kamu lakukan ketika diri kamu merasa cemas dan tidak percaya diri?

Yuk simak uraian berikut ini,

    Menghilangkan beban pikiran.

    Berdiam diri.

    Menjauhi lingkungan yang negatif.

    Melakukan yoga atau meditasi.

    Belajar bersyukur dalam segala hal.

    Mencari tahu penyebabnya.

    Mengalihkan pikiran.

    Belajar menguasi pikiran sendiri.

    Fokus untuk menyelesaikan masalah.

Tentunya mudahkan sobat?, Mulailah lakukan kebiasaan kebiasaan tersebut agar mengurangi rasa cemas dan tidak percaya diri kamu, semoga bermanfaat.


Layanan Curhat Online 24 Jam : Klik di Sahabat Curhat 

| 5:42 AM |

“Hidup kok gini-gini aja” Yuk Pahami Tujuan Hidupmu!



Kadang-kadang ketika kita lagi lelah setelah beraktivitas seharian atau mungkin lagi merasa tidak ingin melakukan apa-apa pasti sering berfikir “Hidup kok gini-gini aja”, “Sebenarnya apa sih tujuan hidupku ini?”, pastinya akan dialami kebanyaan orang yang kesehariannya penuh dengan pekerjaan.

Ketika ditanya “apa tujuan hidupmu?” kebanyakan orang mungkin akan menjawab “hidup sesuai dengan passion kamu”. Hmm, tapi apakah benar bahwa tujuan hidup kita hanya mengenai passion atau hal yang kita sukai saja? Oleh sebab itu yuk kita pahami apa sih tujuan hidupmu?

Nah, untuk memahami tujuan hidup, kita dapat belajar dari ikigai, yakti suatu konsep dari jepang yang berarti “alasan untuk hidup” serta ikagi juga bisa dipahami sebagai “alasan untuk bangun” lho

Untuk menemukan ikigai, kamu perlu melakukan hal yang kamu senangi, dapat melakukannya dengan baik, mendapatkan bayaran dari hal tersebut, dan depat berkontribusi bagi orang lain, Dengan kata lain, tujuan hidup tidak hanya mengenai melakukan hal yang kita sukai saja ya.

1. Hal yang kamu sukai

Setiap orang pastinya punya sesuatu hal yang bisa memberikan dia kesenangan dan ketika melakukannya kamu semangat. Kamu mungkin menyukai seni, berolahraga, memasak, berkebun, dan sebagainya.

2. Hal yang kamu kuasai

Hal yang bisa kamu lakukan dengan baik dapat berasal dari hal yang kamu pelajari maupun dari bakat, apabila kamu merasa dirimu tidak memilikinya, kamu bisa terus mencoba banyak hal ya, bahkan, tidak salahnya juga lho untuk mencoba hal-hal di luar zona nyamanmu.

3. Hal yang dunia butuhkan

Tidak hanya mengenai hal yang disukai dan dikuasai, apabila hal tersebut tidak memberikan manfaat bagi orang lain maka hal tersebut sia-sia saja. Sebab, memberikan perubahan bagi orang lain dapat membuat hidup kita lebih bermakna dan memberikan kesenangan tersendiri.

4. Kamu dibayar akan hal itu

Uang memang bukanlah segala-galanya yah, namun tidak dipungkiri kita semua membutuhkan uang untuk membeli makanan, pakaian, rumah, dsb. Bayangkan saja, kamu melakukan hal yang kamu senangi, kuasai, dan memberikan manfaat bagi orang lain, namun kamu kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pastinya, kamu bisa merasa stres, bukan?

Untuk mencapai ikigai, kamu perlu menyeimbangkan 4 hal tersebut, yakni kamu melakukan hal yang kamu sukai, hal yang kamu kuasai, hal yang dunia butuhkan, kamu dibayar akan hal itu. Dengan itu kamu paham sih apa yang menjadi tujuan hidupmu?. Semoga bermanfaat.


Simak Artikel : Tambahan Prespektif Tujuan Hidup 

| 6:37 AM |

PRIVAT PUBLIC SPEAKING

Back to Top