-->

Hikmah Pulang Ke Desa (16-21 Nopember 2018)

1. Memetik Hikmah Mudik 

Desa yang aku maksud itu bernama Tenaru, tepatnya di Dusun Kelampok Kabupaten Gresik Kecamatan Driyorejo Indonesia Jawa Timur.

Perjalanan dimulai dari Kota Semarang (Stasiun Tawang) 16 Nopember 2018 - Jam 11.55 melalui kereta Api Maharani, Aku duduk di Kursi 9A gerbong 4 Ekonomi. Kali ini agak berbeda, sebab aku mengira kursi-kursinya kosong, ternyata kursi-kursinya :: Penuh terisi.

Sayang- sungguh sayang, tulisan kali ini tidak ada foto hp yang aku ambil. Mungkin karena sudah biasa pulang pergi Semarang - Gresik.

2. Hikmah pertama :

Selalu ada rindu untuk dituntaskan, ada rasa kangen untuk berjumpa Bapak Emak , Teman-Ngaji, Teman Kuliah UMAHA (Dulu ST YPM Sidoarjo).
Hanya ketika ada jarak - maka ada rasa untuk bersua.
Apabila kita biasa bertemu maka kita membiasa dalam perjumpaan apa adanya, Kita butuh waktu - jarak untuk memunculkan rasa kangen - rindu membuncah, mewarnai kehidupan yang begitu penuh dengan iklan-iklan bisnis yang tiada habis - Membeli itu bagus untuk bisnis.

Hikmah kedua :
Mengukur tingkat Ego -
Suatu waktu, aku bertemu kawan lama, setiap kali aku pulang ke desa, dia selalu meminta aku untuk mampir berkunjung ke rumahnya, Lama-lama dalam hati, aku bertanya," Lalu kapan kau main ke rumahku?" APakah aku ini egois? atau merasa ingin dihargai untuk dikunjungi?

lalu apa arti sahabat, bila hanya satu yang rindu, sementara yang lain, dengan biasa saja, bertanya , " apa kabarmu?" Preeeet.

3. Mengobati Rindu Hati 

Bila dua hati merindu, 
Mereka berjumpa dalam satu waktu 
Syahdu

Sampai akhirnya, rindu di satu hati padam karena melihat tidak ada pasangan rindu di hati yang lain, atau karena kau dilihat tidal lagi menguntungkan, sehingga sahabatmu tak mau bersusah - payah mencarimu, minimal sms - WA -

begitu?

Rindu itu sinyal awal untuk bertemu 

.

Hikmah ke-3 

Jangan Terlalu keras bekerja, berliburlah sesekali,
Pulanglah ke desa
Temukan Inspirasi baru dalam bisnis.

Begitulah pesanyang saya terima saat perjalanan Pulang ke desa naik kereta Api Maharani bersama ANak-anak dan istri, sebagai jadwal rutin tahunan. Naik Kereta Api karena belum punya kendaraan mobil untuk mengangkut satu keluarga, dalam hati saya berdoa dan yakin apabila saat itu tiba maka saya PAsti Mudik dengan naik Mobil.

SAya mersakan betapa susahnya cari kendaraan di desa, apalagi di musim lebaran, belum lagi bila seseorang tidak bisa setir mobil maka akan lebih sulit lagi, rental pun masih harus bayar sopir, makan siang dan bensin. Semoga Allah permudah urusan kita. 


4. Mudik Artinya Nambah Relasi Bisnis 

Kita dapat bercerita usaha yang kita lakukan, apakah usaha online atau offline, semisal usaha blogging adsense seperti ini atau usaha sebagai Trainer Motivator Indonesia di Semarang, sebagaimana video di youtube yang saya ebed ini, presentasi oleh Trainer Motivator Jakarta Mbak Zidni Ibrahim. 

Atau kita juga dapat bercerita butuh partner usaha wedang sereh rempah wsr yang lagi booming di kota-kota besar Indonesia. 

Baca Juga Artikel Kami yang Lain : 
Catatan Waktu Ngaji ke Pesantren ( Santri Kalong) 


No comments:

Post a Comment

Back to Top