-->

Liburan ke Klaten 30 November 2018 - 1 Desember 2018

Pagi ini duduk di kamar hotel Perdana Raya Klaten di Jl Pemuda 2018, menyengaja menulis di blog setelah sekian lama tidak tentu arah dan kecamuk di hati : Apakah ada manfaatnya menulis di blog seperti ini? bukankah saat ini eranya soaial media? Entah facebook - twitter - dan Instagram, Namun saya tidak akan mengulas secara detail bagaimana saya mendapat duit dari Internet.

Liburan kali ini, saya awali dengan naik Travel Daytrans dari jalan Majaahit Semarang pukul 19.30 wib dan saya duduk di depan nomor 1, Harga tiket Semarang Klaten Jurusan Jogja : Rp 80.000,- Perjalanan dimulai dengan masuk ke tol Gayamsari Majapahit, keluar tol tembalang, kemudian lanjut jemput penumpang di pool Daytrans Tembalang dan Travel meluncur ke tol Banyumanik melewati Taman tirta Agung. Nggeblas sampai di Salatiga - naikkan penumpang. Sepanjang perjalanan saya tertidur dan sudah sampai di seberang IGD Klaten, di penitipan sepeda motor 24 Jam.



Duduk sebentar menyalakan modem intenet dan order go-car menuju hotel perdana, hanya Rp 10.000,- karena dekatnya jarak dan say asampai hotel sudah jam 22.30 wib. Menuju resepsionis dan bayar kamar dua malam Rp 470.000. Saya membayar DP Rp 250.000,- alhasil ktp saya ditahan sampai saya melunasi kekurangannya.

Video Youtube Info Rumah dijual di Semarang 

untuk Kamar Hotel di tengah kota seharga Rp 235.000 per malam pakai AC, kamar mandi dalam yang katanya ada air hangatnya, ketika saya nyalakan kran warna merah tadi malam atau pagi ini airnya tetap dingin, sedingin hatiku mendapat layanan seperti ini... he he he he he.., menurut saya, masih layak karena menurut saya ini masih value for money. Karena apabila ingin pelayanan yang lebih bagus dapat memilih hotel Tjokro di sebelah selatan Perdana Raya Hotel. 

23.00 wib Klaten,
Mata sudah merah dan ngatuk, matikan lampu kamar, tarik selimut dannyalakan ac di angka 30 derajat - maklum orang desa (Tenaru Gresik) tidak terbiasa pakai AC. Tidur lelap tanpa gangguan apapun, sesekali terdengar suara mobil kendaraan di jalanraya yang melintas, terdengar sampai di dalam kamar, Namun rasa kantuk ini tak dapat ditahan dan saya terbangun oleh suara Tarkhim jam 03.30 wib 30 November 2018.

Tanpa mandi menuju masjid, mencari asal suara, yang aku dapati masjid Al A'raf, pandangan pertama tertuju pada seorang pria yang adzan di belakang imam dengan celana di atas mata kaki (di desa kami menyebutnya saudara islam bercelana cingkrang). Saya memahami saudara saya yang mengenakan celana - pakaian di atas mata kaki dengan tujuan menghindari isbal (Menjulurkan pakaian melebihi mata kaki), fenomena ini - Anti Isbal : saya dapatkan di perkotaan - kota-kota besar seperti Semarang - Klaten - Banjarnegara - sementara sejak saya kecil yang lahir besar di kalangan NU - Nahdlatul Oelama - kami tidak pernah diajarkan bab Isbal. Bahwa Memakai celana  -baju yang melewati mata kaki - bukan karena kami "santri" sombong. Hal itu merupakan kebiasaan dan budaya di lingkungan desa - kecamatan - kabupaten Gresik, dan tidak ada yang mempermalasahkan, bahkan para Kiyai  Ustadz di pondok pesantren NU - telah membahas dengan bahasan yang sangat detail. Hukumnya memakai celana - baju melewati mata kaki : its okay. 

Jam 16.30 wib
Pesan Gojek menuju Aun-alun masjid Klaten, Rp 4.000 karena sudah terpasang voucher free go ride Rp 5.000,- Begitu masuk halaman masjid dan mampir ke Pos Satpam Masjid, saya bertanya ," Dimana Makam ki Ageng Melati?"

" Keluar masjid, belok kanan - lalu kiri - kanan lagi masuk gang. 

Saya mengikuti petunjuk namun tidakketemu juga, lalu saya tanya bapak-bapak yang sedang berhenti di dekat sd Azhar, "ini keluar menuju arah kota, belok kiri , ada jembatan masuk gang, ada pohon besar di sana, pohon Asem,''

Saya jalan lagi , dan tidak ketemu, saya tanya tukang sapu jalanan,
"Ngapunten, mboten paham kula,"

lalu bertanya kepada Bapak penjual pendorong gerobak,
"Nah masuk gang itu Mas, perempatan belok kanan, arah ke barat,''

lalu saya susuri gang di kelurahan klaten, ada anak panah masjid joglo, dan gapura bertuliskan makam Kiyai Mlati. Begitu masuk gang, aku nyasar lagi dan bertanya ke ibu-ibu, "Makam Kyai Mlati Bu?" 

"Itu , ada gapura hitam, naik saja, " di gang kecil. 
Masih gelap jam 5 pagi dan tidak ada orang di sana, kecuali kokok ayam dalam kandang, bangunan makam yang terlihat diperbarui jalannya dengan pemasangan paving dan kran air, pengecatan paving.

Saya duduk, mengira-ngira, di depan saya ini mungkin makam Kyai Mlati, lalu saya tawasul fatiha dan membaca Tahlil, dimulai dari surat Ikhlas qul hu wallahu ahad sampai sholawat dan doa. Selesai Berdoa- mendoakan ahli kubur dan Kya Mlati, ada jalan setapak naik, saya ikuti menuju pohon Asam, dan tiga pesarean -makam, ternyata ini makam Mbah Mlati. 

Saya lepas sandal dan masuk, membaca surat Alqodar 7x, dengan menempelkan tangan di tanah dan menghadiahkan surat tersebut untuk kyai Mlati. selesai, saya keluar, pamit da balik berjalan menuju hotel perdana. Pas mau foto-foto baterei HP drop dan mati. 
Hasilnya tidak bisa pesan gojek ke hotel. Maka pilihannya jalan kaki menuju masjid raya Klaten - wudlu dan sholat bakdal wudlu di lantai 2. 

melewati alun-alun, tiba di depan gapura bertuliskan masjid joglo 200m, ternyata itu gang tembus yang lebih dekat menuju makam Kyai Mlati. Alhamdulillah. sebelumnya masuk via kampung blateran. Sebelum saya menemukan makam Kyai Mlati, saya tawasul baca Algatihhah menyambung agar dapat dipertemukan dengan makam beliau, karena sementara ini yang dapat saya lakukan, beda dengan Guru saya, Abah Achsan yang mampu berkomunikasi langsung dengan para Auliyak yang sudah meninggal, Masyaallah. 

Cerita Wali-wali dan kekasih Allah seperti hal di atas, merupakan kisah yang sangat familiar di kalangan NU Nahdliyiina, dan dianggap syirik - bid'ah - sesat oleh saudara kita islam dengan faham nya Wahabi - Salafi - MTA - yang secara tauhid nyambung ke Syeich Muhammad Abduh. Cara saya mengahdapi saudara muslim yang beda pandangan ini, yang mengharamkan ziyarah qubur, bidah tahlil, : dengan cara terus menerus m=istiqomah bertahlil dan ziarah. 

Ziarah kubur telah dicontohkan oleh Rasulullah, dan para Kiyai  JAwa - Ulama NU telah selesai dengan hujjah yang sangat banyak tentang Tahlil - ziarah sebagai amalan yang sah dan berpahala , memberi manfaat bagi yang hidup dan mati. 

05.55 wib
Sampai di Perdana Raya Hotel, langsung disambut resepsionis untuk sarapan pagi, dengan menu nasi goreng, teh, kopi danjus mangga. Lauk Telur dadar dan kerupuk udang, Alhamdulillah. Saya tamu hotel yang pertama kali makan di resto pagi ini, dalam hati, suatu saat, saya ajak istri dan anak-anak liburan ke Klaten, masjid Raya Klaten dan Makam kyai Mlati (Ki Ageng Mlati ; versi guru ngaji Saya di Kauman Semarang).

    


No comments:

Post a Comment

Back to Top