-->

Property Management : Manajemen Rumah Ruko Kosong

1. Fakta Ruko (Rumah Toko)  di Lapangan

 Ide Manajemen Rumah dan Ruko kosong muncul ketika saya melihat begitu banyak object yang tidak dihuni, tidak laku, atau mungkin pemilik aset tidak tahu mau dibuat usaha apa ruko tersebut. Pemandangan paling jelas di Perumahan Sinar waluyo Semarang ada dua ruko kosong- tanpa aktivitas, kemudian ruko di seberang ponpes Azzuhri Ketileng- juga mangkrak. 

Begitu pula rumah di sekitaran Perum Sinar Bukit Asri, sebut misal kavling di RT 16 yang kosong beberapa titik karena orangnya ditugaskan ke Belitung, Pulang ke desa Grobogan, atau bahkan ditinggalkan oleh pemiliknya untuk selama-lamanya, sebagian lagi dipindah tugas ke luar kota secara permanen. 

Sementara itu di rumah-rumah yang lain, terlihat rusak tanpa penghuni, ada tulisan dijual sampai mmt tulisan kusam, kotoran di teras, debu menempel di jendela kaca, rumput mulai meninggi, rumput liar dan tanaman liar yang bila dibiarkan merusak bangunan, belum lagi ancaman rayap dan binatang yang masuk tanpa dikontrol oleh pemilik rumah. 

2. Ide IAI Property Management 

Ide awalnya sederhana yaitu mengajak klien pemilik rumah-ruko- lahan kosong agar produktif melalui proposal kerjasama usaha dengan kami.Analsis kelayakan bisnis sedang kami tulis di blog ini dan siap kami presentasikan di hadapan pemilik lahan / aset. Pemaparan dapat dilakukan secara langsung atau melalui zoom meeting/ streaming dan apabila sepakat maka kontrak kerjasama dapat kami lakukan. 

Konsep bisnisnya sangat sederhana dengan rincian sebagai berikut :
30% Pemilik Lahan - Ruko - Rumah 
30% Pemodal /Investor 
30%  IAI Management Property 
10% Untuk Amal 

Yang kami lakukan yaitu melakukan analisis usaha apakah tempat tersebut layak untuk dibuka usaha/bisnis, misalnya usaha Wedang Sereh Rempah, Jahe Rempah, Klinik Hipnoterapi, Tempat Training and Coaching atau mungkin Sekolah / Pesantren - dan pemberdayaan Masyarakat. 




3. Realisasi Ide Manajemen Properti Nganggur 

Dalam praktek di lapangan, tidak semua orang yang punya lahan percaya dengan konsep kerjasama bisnis seperti ini, kami menyadari apalagi bila kami belum punya portofolio yang sudah terbukti dalam mengelola aset terbengkalai tersebut. Namun hal itu tudak mensurutkan kami dalam menawarkan project pengelolaan properti kosong. 

Ditolak itu sudah pasti, justru dengan ditolak ini kami semakin gigih untuk mendapatkan yes dan membuktikan sampai kami bertemu dengan pemilik lahan yang yakin kepada presentasi dan ide binsis kami. Tidak usah jauh-jauh, hal ini kami pernah tawarkan kepada tetangga kami, dan jawabannya adalah Tidak. :D

Beberapa waktu lalu, kami coba tawarkan kepada pengusaha printer di Semarang, untuk kerjasama buka wedang sereh rempah di rukonya yang di Kedungmundu Tembalang, jawabannya adalah kita perlu ngobrol dulu. Di sini kami mengambil konsep - rejection therapy - mendapatkan 100 penolakan, dan ingin tahu alasannya kenapa? 

 4. Ide yang Terus Berkembang 

Saya terus mengasah ide tersebut dengan optimasi Warung Sereh rempah di Mranggen Demak Jawa Tengah sebagai outtlet nomor satu percontohan untuk usaha kerjasama bisnis manajemen asset kosong (properti manajemen). Ketika outlet 01 Ramai maka ide tersebut dapat dengan mudah dijual karena sudah ada bukti, 

Gagasan lainnya yaitu manajemen tukang renovasi rumah, bahwa saat ini mencari tukang yang dapat dipercaya di kota-kota besar bukanlah hal mudah, apalagi tukang yang bekerja tanpa pengawasan tuan rumah. Seertinya saat ini sudah ada aplikasi tukang online di playstore, yang mengakomodasi kebutuhan perbaikan talang bocor, ganti keramik, ganti pintu, hingga pess control, memotong rumput dan manajemen pertamanan. 

Taman di rumah-rumah berkelas, setidaknya setahun sekali butuh peremajaan tanaman dan perawatan oleh ahlinya. Sahabat saya MAs Eko Boja sebagai tukang pembuat dan perawat taman kerap mendapat order plus melayani penjualan bibit-bibit tanaman unik - langka. 

 5. Klien Ideal Manajemen Properti dan Rumah Kosong 

Lama-lama ketemu juga klien ideal dari manajemen properti ini, mulai bantu sewa, jual, beli, urus, hingga kerja sama bisnis. Klien terbagi menjadi dua yaitu personal dan corporate. Untuk personal sudah sangat jelas yaitu perorangan, sedngkan corporate boleh jadi perusahaan, atau developer properti, pengembang lahan syariah, sampai koperasi yang punya kios kosong. 

Kemudian berkembang mengelola kios-kios di Pasar Tradisional, kios di masjid, hal ini kami oprimis sebab kami disupport oleh manajemen IAI Digital Marketing seperti ribuan blog yang kami buat, akun sosial media dan video youtube dengan subscriber yang terus tumbuh bertambah hari demi hari. 

Sebuah ide ketika dilaksanakan ibarat efek bola salju yang semakin membesar karena terus bergerak dan dampaknya sungguh dahsyat ketika melewati object-object tertentu. Contohnya dalam perjalanan membawa ide manajemen rumah ruko ini, kami bertemu Mas Kandar - penjual mie ayam bakso yang siap bekerja sama. Produk unggulannya berupa mie ayam bakso frozen yang takaran menu dan bumbu sudah fix standart. 


6. Bagi Hasil Tahunan

Saya dan Mas Kandar menghitung bagi hasil mie ayam untuk pemilik ruko dengan asumsi sbb :
Keuntungan Mie : Rp 1.500/ Mangkos kali 100 mangkok, selama 30 hari dalam 10 Bulan maka hitungannya menjadi : 1.500 x 100 x 30 x 10 = Rp 45.Juta per tahun. Dan merupakan gambaran umum dari hitungan bagi hasil 30%. 

Maka 30% lainnya untuk manajemen (Pengelola dan Karyawan) = 45 Juta 
30% lainnya buat Pemodal = Rp 45 Juta dan 10% nya untuk dibagi-bagi beramal-amal. Hal ini, pemilik asset sama sekali tidak keluar uang, dan tidak keluar apa-apa, istilahnya mengikuti managemen dari IAI Property. 

Hitung-hitungan lainnya, misalnya sebuah kios digunakan untuk wedang jahe rempah dan omset jahe rempah per bulan tembus Rp 20 Juta,- diasumsikan dikurangi dikurangi operasional Rp 5 Juta, sehingga profit bersih Rp 15 Juta. Maka hitungannya 30% x 15 Juta = 4,5 Juta / Bulan. Angka yang sangat menggembirakan bagi pemilik kios/ruko. 




Ilyas Afsoh | Management IAI Property | 

No comments:

Post a Comment

PRIVAT PUBLIC SPEAKING

Back to Top