-->

SIAP JADI MOTIVATOR / TRAINER / COACH ?

 TERTARIK JADI PEMBICARA? 

Secara pribadi aku menjadi pembicara yang kerap disebut motivator, trainer, coach karena ketertarikanku pada profesi public speaker. Aku melihat, betapa hebatnya seorang pembicara, sekali bicara dan action di panggung dapat menggerakkan semua orang yang mendengarkannya. Sepertinya bukan hanya aku yang teratrik jadi Motivator / Inspirator / Trainer dan Coach, ada banyak orang yang ingin masuk ke dunia ini, terbukti saat aku ikut kelas TOT, ada banyak sekali peserta.

Nyatanya, ketika aku mulai dari pembicara dan membuka kelas Train The Trainer Motivator / Trainerpreneur / Trainingpreneur ada banyak calon peserta yang kontak kepada nomor wa yang ada di blog ini. Ada yang langsung daftar dan menjadi pembicara sepulang pelatihan, ada yang hanya sebatas tanya-tanya saja dan berharap kelas Pelatihan Motivator Gratis Tanpa biaya. 

Faktanya kelas Sekolah Motivator Indonesia ini tidak ada yang gratis, Andaikata ada yang free itu karena dibayari oleh kantor/perusahaan, artinya tidak gratis juga. Karena aku dulu pernah ikut kelas TOT Gratis bersama Mind Power Indonesia, dan kelas Trainer Motivator yang aku ikuti juga Ke Jakarta, Surabaya dan Semarang. Kursus Motivator Online juga pernah aku ikuti, semua yang aku ikuti - berbayar dari uang tabunganku sendiri. 



ORANG SUKSES - MEMBAYAR LUNAS DI DEPAN 

Kalimat Motivasi ini masuk ke dalam pikiran bawah sadarku, sehingga aku menabung dahulu kemudian aku komitmen untuk ikut kelas tersebut. Saat ini memang ada kelas-kelas murah, namun dari pengalamanku, dari kelas-kelas berbayar mahal- lahir pembicara , trainer , motivator terbaik di Indonesia ini. Oh ya untuk Murah/ Mahal itu relatif.

Apabila Anda melihat sebuh harga dan saat ini belum mampu membayar maka katakan dalam diri Anda, "Aku Komitmen untuk mencari solusi agar aku dapat membayar kelas pelatihan tersebut," dan mulai menentukan langkah awal. 

Jauhi mental gratisan dan memakai mental BEJ (Blame, excecuse, Justify). Hindari mencari kambing hitam dengan mengatakan bahwa "Ilmu dari Allah itu gratis, jangan dikomersialkan," Ilmunya memang gratis, tetapi pengorbanan untuk mendapatkannya dan mensarikan menjadi sebuah metodologi untuk membantu orang lain lebih baik membutuhkan perukaran energi, waktu, tenaga, pikiran dan hal lainnya yang tidak didapatkan secara cuma-cuma. 

Kalau Kamu siap membayar (mahal) maka kamu akan siap untuk dibayar (mahal). Kalau kamu maunya gratisan maka bersiaplah untuk bertemu dengan mereka yang mentalnya gratisan juga. Hukum timbal balik itu ada. Apa yang kamu peroleh sesuai dengan jerih payah yang kamu lakukan. Sebagaiamana saya menulis blog ini, ini juga suatu upaya dan kamu enak tinggal menikmati membaca saja. 

Kak Fetty, yang Membayar Lunas Kelas TOT-M nya 

Saya kagum dengan mahasiswa UNS asal Kalimantan yang sangat komitmen mengikuti kelas Train The Trainer Motivator secara Online dan menyelesaikan Mentoring 30 hari Menjadi Motivator / Trainer / Pembiacara / Menginspirasi adik kelas dan para remaja. 

Tugas terakhir yang dikirm berupa slide presentasi dengan durasi 3 Jam pemaparan merupakan komitmennya menjadi yang terbaik dan bernilai sebagai mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta. Aku lihat diantara materi itu ada quote dari Motivator Wanita Muda Asia, aku berikan input dan koreksi sehingga materinya jadi otentik dan berbobot. 

Berikut ini video Motivasi pembekalan Pensiun menjadi pengusaha untuk para PNS yang siap mengakhiri masa kerjanya di Lampung, dipandu Motivator Lampung Pak Didik Alumni Ilyas Afsoh Institute. Aku lihat ice breaking yang dipakai menggunakan standart  materi IAI TM. 



KELAS ONLINE - OFFLINE 

Aku menyediakan pilihan kelas dengan fleksibel, kalau mau datang offline aku tunggu di kota Semarang Jawa Tengah atau kelas Nonstop setiap hari Selasa malam Jam 19.30-20.30 wib yang dapat diakses seluruh wilayah NuSantara. Kami berikan support dan kelas untuk mengajar dengan calon peserta yang sangat besar. Yuk Gabung!!!  


ILYAS AFSOH - 0821.4150.2649
Sekolah Trainer Motivator Indonesia IAITM 

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.

PRIVAT PUBLIC SPEAKING

Back to Top