-->
Showing posts with label HILANG ARAH. Show all posts
Showing posts with label HILANG ARAH. Show all posts

HIDUP / BISNIS TANPA ARAH | SELF COACHING


 

1. Finding Direction after Getting Lost 

Menemukan Arah Kehidupan setelah kehilangan Arah tak tentu mau kemana menuju. Proses mendapatkan arahan kehidupan berasal dari Gusti Allah Subchanahu Wataala melalui proses pembelajaran self coaching yang saya ikuti dipandu Coach dari New Code International. Dimana proses coaching langsung terhubung dengan pikiran bawah sadar (Unconscious Mind).

Tugas yang saya terima yaitu memasuki kondisi DIAM, hening, yang dulu saya kenali sebagai proses muhasabah (instrospeksi diri), menikmati ketenangan diri untuk terhubung dengan suara hati, mengajak dialog bawah sadar kemudian mengijinkan suara-suara nurani berkomunikasi dengan diri. Hal ini didukung dengan pengetahuan, skill, dan pengalaman hidup. 

Diam tanpa kata, menarik nafas dengan sangat perlahan melalui hidung, menikmati sensasi apa saja dengan penuh syukur ke hadhirat Gusti Allah atas anugerah nafas dan kehidupan, menghembuskan nafas dengan penuh kesadaran. Mengulangi prosesnya sampai enam kali hitungan dengan posisi tiduran di kamar / kantor beberapa hari ini- sebagai tugas self coaching. 

2. Life Guide from Master

29 November 2019 merupakan momen penting saya menulis buku diary setelah shampir 10 tahun saya tidak menulis buku harian sejak kenal dengan sosial media bernama facebook. Secara perlahan asyiknya menulis status melalui posting- apa yang kamu pikirkan- benar-benar menyita perhatian saya. Keasyikan yang sahdu, sampai akhirnya facebook tersebut saya delete karena konflik pekerjaan di LBB IPIEMS Pusat Semarang Jawa Tengah. 

Saya bekerja di bimbel IPIEMS sejak saya kuliah di Sidoarjo ST YPM Sepanjang (sekarang UMAHA), waktu itu masuk IPIEMS Wiyung tahun 2005 an kalau tidak salah sebagai office boy, dan pengantar surat dari sekolah ke Sekolah di Surabaya. Kemudian 2009 akhir Desember saya pindah ke Semarang karena ikut istri yang diterima sebagai PNS di Propinsi Jawa Tengah. 

Saya menjalani kehidupan dengan optimis tetapi tanpa petunjuk jelas dari seorang Guru,bahwa jalan hidup saya harus seperti apa? Saya membaca buku motivasi, ikut Training, Seminar, dan gaji saya sungguh memprihatinkan waktu itu- dibawah UMR. Saya menerima gaji hanya sekitar 1Jutaan saja,sementara gaji istri sudah 8xlipat karena plus tunjangan-tunjangan di masa Presiden SBY Susilo Bambang Yudhoyono. 

Satu-satunya yang jadi pegangan saya adalah buku tulis pelajaran saya Ngaji ke DArul Falah Pusat Krian, bahwa untuk mengubah nasib : kuncinya Taqwallah (Takut kepada Gusti Allah) menjalankan perintah dan mejauhi larangan. 

3. Where Does Business Go?

Kegalauan hidup menuntun saya membuka youtube dan mencatat petuah seorang Coach Bisnis bahwa Usaha bukan hanya jualan, penting memahami : 1. Arus Kas - pencatatan Akunting, 2. Ngerti Operasional, 3. Human Research and Development HRD. Penjelasan berikutnya menulis 30 masalah setiap bulan. Masalahnya apa saja kemudian diurai, dicarikan solusi dan dibereskan. 

Kunci Mengelola bisnis adalah mau dan komitmen belajar. Siapa yang belajar ==> bisa. 

Mindset Bisnis Corporasi terdiri atas area development, memiliki standart. Contoh misalkan membuat baju maka dikontrol biaya, mutu, waktu, jahitan dengan operasional jam 08.00-17.00 Bagaimana?  Lebih detail Coach Produktivitas menuturkan pembuatan proses mapping, barang masuk gudang, barang keluar, semua dirinci, daftar aktivitas, SOP, Quality Control QC, menuju The World Class company. 

Kesalahan pebisnis pemula : ridak mampu menunda kesenangan, beli mobil, jalan-jalan, Dan solusinya adalah sebaliknya Tunda kesennagan, tunda beli mobil, tunda berwisata sampai profit benar-benar membesar dan pertumbuhan signifikan. 

4. How Does Business Direction Grow? 

Prifur is queen, Cashflow is king. Sebuah presupposisi penting dalam bisnis yang wajib dipegang teguh oleh pemilik usaha. Business membutuhkan uang kas untuk berjalan. Pertumbuhan yang terlalu pesat, perlu ditahan untuk mengukur berapa besarnya market, dan operasional bisnis mengikuti pasar. 

Jebakan bisnis terdapat di dua hal yaitu saat bangun di awal dan saat scale-up. Hati-hati. Bisnis bukanlah lari sprint, ibarat permainan lari maraton. Apakah bisnis Anda akan bertahan sampai 100 tahun? 

Goal kita apa dalam wirausaha? Apakah pendapatan Rp 100 Juta  per bulan sudah membuat kita sangat puas? Tolok ukurnya adalah menunda kesenangan sesaat, hidup dengan biaya wajar, sampai kita punya passive income untuk membiayai hobi kita. 

5. Master Productivity Specialist? Have You Ever Heard?

Tahukah Anda membuat nilai perusahaan Anda 6x lebih besar dari aset perusahaan yang Anda miliki? Bagaimana konsep seperti ini berlaku di United State America? Japan? Indonesian? Dalam bisnis yang masih kecil, standartnya harus baik, sistemnya baik, dan kembangkan sumber daya manusia. Kuasai Mindset entrepreneur, Kemampuan manajerial skill terbaik. 

Pernahkan Anda belajar bahwa dalam studi kasus produktivitas 1 jam mampu menghasilkan 1 kg, setelah diberlakukan sistem dan standart, hasilnya 1 jam mencapai 20 kg. Contohnya Pengusaha laundry itu melakukan setrika baju berapa menit? kemudian dibuat acuan misalnya normal 1 baju dengan waktu 1 menit. 

Hal yang samajuga berlaku pada karoseri yang sebulan mampu produksi 28 armada, setelah dibuat sistematisasi dan pengukuran, standart, sop maka mampu produksi sampai 48 armada. Sungguh peningkatan yang sangat berarti 

6. Managing Employees to Be Loyal

Maukah Anda memiliki Manager yang bekerja seumur hidup dalam ketidakbisaannya? Apakah hal itu produktif? memelihara sdm dengan skill rendah? atau bagaimana bila Manager yang Anda ajari- didik - pintar kemudian pindah? Jawabannya ada dua : 
1. Rekrut lagi 
2. Buat Sistem agar ia menjadi karyawan yang setia. 

Seandainya manager keluar ada pilihan sikap :
1. Dia pindah ke kompetitor 
2. Berbisnis, maka respon kita , "Apa yang dapat saya support untukmu agar sukses?'

Pondasi Bisnis : 
Standart Bisnis Kita Sangat Tinggi => SDM Unggul => Sistematisasi 




Bersambung.....
Artikel Menarikdi Blog ini : Usaha Apa Setelah Pensiun? 

PRIVAT PUBLIC SPEAKING

Back to Top